Lomba Video Pendek #CerdasBerkarakter

Mendidik dan Berdakwa dalam Lukisan

                                                                       

JUDUL KARYA: 

Mendidik dan Berdakwa dalam Lukisan

SUTRADARA: FIRMANSA

FORMAT : Musik Video

SINOPSIS: Mendidik dan Berdakwa dalam Lukisan

                                                                      

Profesor abdul aziz ahmad. Lukisannya berbeda dengan karya seni rupa pada umumnya. Dalam satu karya, nampak satwa yang bentuk dan rupanya imajinatif. lalu dalam lukisan juga terdapat kaligrafi islam.  Dan ada pula aksara lontara bugis Makassar.

Karya yang memadukan antara agama, seni, dan budaya lokal ini, terbilang unik. Prof aziz ahmad menggoreskan huruf arab dengan bebas, tanpa terikat satu kaidah tulisan arab baku. Karyanya ini dapat pula dikenali dengan bentuk flora, dan fauna yang penggambarannya imajinatif.

Prof aziz ahmad menyebut kombinasi antara satwa imajinatif, kaligrafi islam, dan aksara lontara, adalah karya seni rupa surealistik. Ia menempuh jalur kaligrafi islam, dalam berkarya seni rupa.  Dalam karya-karya ini pula,  alumni fakultas seni dan desain ISI Yogyakarta ini, menyelipkan pesan-pesan dakwah untuk setiap karyanya.

Dalam beberapa karyanya, satwa imajinatif yang kerap ditampilkan, adalah bentuk yang menyerupai burung.  Ketua program studi, pendidikan seni rupa fakultas seni dan desain unm ini. bertujuan agara kiranya menjadi renungan/ betapa  kemahakuasaan tuhan, yang telah menciptkan burung,yang dapat terbang melayang di angkasa. karyanya ini, menyelipkan pesan dakwah dan motivasi untuk direnungkan bersama//

Ilmu kesenirupaan yang dimiliki prof aziz ahmad, hingga melahirkan karya surialistik ini, adalah satu-satunya di dunia kesenirupaan. Karya-karya-karya ini pula yang mengantarkan ayah dari baso indra wijaya, dan besee wulandari aziz ini, menyandang gelar profesornya.

Prof aziz ahmad telah menghasilkan karya seni rupa surealistik/ hingga sebanyak 800san lukisan. Niatnya memang  untuk berdakwah, maka ide-ide karya datang begitu saja, kapapun dan dimanapun. Menurut Prof aziz ahmad, jika tujuannya berdakwa maka ide dan gagasan  akan datang tanpa kita duga.