Lomba Desain Logo Resmi Kemnaker

Logo Baru Kemnaker

Karya: 
Dama Adiputra
Materi 1: 
Materi 2: 
Deskripsi: 

Limas (Segi Lima)

Merupakan bentuk yang sering kita jumpai pada logo – logo instansi pemerintah, saya menambahkan bentuk segi lima ini agar masyarakat mudah mengetahui bahwa logo ini adalah logo pemerintah. Dari setiap sisi dalam limas ini mewakili 5 sila Pancasila yaitu :

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusia Yang Adil Dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

 

Warna

Emas: merupakan warna yang melambangkan, kemakmuran, keagungan, elegan, berkelas. Yang akan menjadi landasan masyarakat dalam mensejahterakan hidupnya. Saya mengharapkan masyarakat Indonesia khusunya Tenaga Kerja, dengan melihat logo ini menjadi bersemangat karana makna emas dalam logo ini menginpirasi mereka untuk bekerja dengan semangat dan profesional.

Biru: memiliki makna tenang, kompeten, profesional, santun, sopan, bijaksana, luas seperti samudra. Pada warna ini saya mengharapkan KEMNAKER dapat berpikiran yang luas dan bijaksana dalam mengambil keputusan, agar keputusan itu tidak merugikan pihak manapun dan mampu mensejahterakan tenaga kerja Indonesia. Serta terciptanya para tenaga kerja yang kompeten, professional dan memiliki sikap yang tenang, santun, dan sopan.

 

3 Manusia di Tengah

Manusia di tengah: merupakan gambaran seorang pemimpin yang akan menjadi panutan bagi masyarakat lain. Dan tetap rendah diri ataupun tidak sombong walaupun menjadi seorang pemimpin. Dalam hal ini pemimpin juga berarti seorang Pengusaha yang akan menjadi Produsen Tenaga Kerja bagi tenaga kerja Indonesia. Makna yang terselubung yang ingin saya sampaikan kepada Pengusaha atau Produsen Tenaga Kerja adalah agar mereka dapat Memanusiakan Manusia artinya mereka memperlakuakan para tenaga kerja sesuai dengan kodrat manusia, yaitu memberikan semua yang menjadi hak mereka dan menjalankan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab.

Manusia di samping: adalah manusia yang berfungsi sebagai penyeimbang. Baik itu antara pemerintah dengan masyarakat, pengusaha dengan tenaga kerja, ataupun manusia denganalam. Karana dengan adanya keseimbangan dalam semua aspek akan tercipta keharmonisan. Contohnya pemerintah dengan masyarakat harus mampu berkomunikasi dengan baik, agar pemerintah dapat mengambil keputusan yang terbaik untuk masyarakat karana adanya keseimbangan. Manusia di samping yang lain merupakan cerminan para generasi muda Indonesia yang siap maju ke depan untuk memimpin dunia. Jadi saya mengharapkan para generasi penerus bangsa Indonesia dapat terus maju dan berkarya, menjadi pengusaha – pengusaha muda yang berkualitas dan membanggakan Indonesia di mata dunia.

 

Daun

Melambangkan harmoni, kesejahteraan, kesuburan, kesejukan, dari daun tersebut terdapat pesan yang ingin saya sampaikan. Bahwa kita harus dapat menjaga alam yang menjadi sumber kehidupan kita, menjaga keseimbangan ekosistem alam, agar alam tersebut dapat lestari dan dapat dinikmati anak cucu kita. Harapan saya sesuai filosofi daun, yaitu masyarakat dapat sejahtera, subur dalam arti dapat berpenghasilan yang cukup. Tentunya dengan tetap menjaga keseimbangan alam. Serta dapat hidup dengan harmonis, menjaga hubungan yang baik mereka dengan masyarakat lain, pemerintah dan alam.

 

Lingkaran

Memiliki filosofi kerjasama, kerbersamaan, kekompakan, merupakan hal yang sangat penting dalam upaya membangun kualitas Ketenagakerjaan Indonesia yang lebih baik. Kita semua harus dapat bekerjasama dengan menkedepankan kepentingan bersama. Baik itu bekerjasama antara masyarakat, ataupun masyarakat dengan pemerintah.

 

Gerigi

Memiliki makna bekerja keras, pantang menyerah, merupakan harapan seluruh rakyat Indonesia agar kemnaker dapat bekerja dengan keras dalam upaya peningkatan kualitas Ketenagakerjaan di Indonesia. Gerigi yang berjumlah 9 ini mewakili setiap Nawa Kemnaker :

  1. Penguatan Perencanaan Tenaga Kerja Nasional 
  2. Percepatan Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja
  3. Percepatan Sertifikasi Profesi
  4. Perluasan Kesempatan Kerja Formal
  5. Penguatan Wirausaha Produktif
  6. Penciptaan Hubungan Industrial yang Sehat dan Produktif
  7. Penegakan Hukum Ketenagakerjaan
  8. Peningkatan Perlindungan Pekerja Imigran
  9. Pelayanan Ketenagakerjaan Sederhana, Transparan dan Akuntabel.